Transplantasi & glomerulonefritis · Penang
Persiapan dan perawatan transplantasi ginjal di Penang
Transplantasi ginjal adalah pilihan pengobatan bagi sebagian pasien gagal ginjal. Dr. Michelle Kao, yang pernah menangani transplantasi ginjal di Edinburgh Royal Infirmary, membantu evaluasi sebelum transplantasi dan perawatan medis jangka panjang sesudahnya. Selain itu, beliau menangani glomerulonefritis dan sindrom nefrotik.
Penting: Dr. Kao adalah nefrolog, bukan dokter bedah transplantasi. Operasi transplantasi ginjal dilakukan oleh tim bedah di pusat transplantasi. Beliau menangani evaluasi sebelum transplantasi dan perawatan medis setelahnya, termasuk obat imunosupresan dan pemantauan fungsi ginjal.
Kandidat
Siapa yang cocok untuk transplantasi ginjal?
Transplantasi ginjal berarti menanamkan ginjal sehat dari donor ke tubuh pasien. Donor bisa berasal dari orang yang masih hidup, biasanya anggota keluarga, atau dari donor yang telah meninggal. Bagi banyak pasien, ginjal transplantasi yang berfungsi baik memberi kualitas hidup lebih baik daripada dialisis jangka panjang.
Namun, tidak semua pasien cocok untuk transplantasi. Secara umum, kandidat adalah pasien penyakit ginjal kronis stadium lanjut atau yang sudah menjalani cuci darah. Selain itu, pasien harus cukup sehat untuk menjalani operasi dan minum obat seumur hidup.
Beberapa kondisi perlu ditangani terlebih dahulu, misalnya infeksi aktif, kanker, atau penyakit jantung berat. Karena itu, evaluasi menyeluruh sangat penting sebelum keputusan diambil.
Sebelum transplantasi
Evaluasi pra-transplantasi
Evaluasi pra-transplantasi bertujuan memastikan transplantasi aman dan berpeluang berhasil. Prosesnya bisa memakan waktu beberapa minggu sampai bulan. Pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain:
- tes golongan darah dan pencocokan jaringan (HLA) antara pasien dan calon donor;
- tes cross-match untuk melihat apakah tubuh pasien akan menolak ginjal donor;
- pemeriksaan jantung, misalnya EKG dan ekokardiografi;
- skrining infeksi seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan TBC;
- skrining kanker sesuai usia, serta pemeriksaan gigi.
Calon donor hidup juga menjalani pemeriksaan sendiri. Tujuannya memastikan donor tetap sehat dengan satu ginjal. Setelah evaluasi selesai, pasien dirujuk ke tim bedah di pusat transplantasi.
Sesudah transplantasi
Perawatan pasca-transplantasi ginjal
Operasi hanyalah awal. Keberhasilan transplantasi ginjal jangka panjang sangat bergantung pada perawatan sesudahnya. Di sinilah peran nefrolog sangat penting.
Obat imunosupresan
Setelah transplantasi, sistem imun tubuh menganggap ginjal baru sebagai benda asing. Oleh sebab itu, pasien harus minum obat imunosupresan, misalnya tacrolimus, mycophenolate, dan steroid. Kadar beberapa obat ini dalam darah perlu diukur secara rutin. Sebab, kadar yang terlalu rendah meningkatkan risiko penolakan, sedangkan kadar terlalu tinggi bisa merusak ginjal atau menyebabkan efek samping.
Pemantauan yang diperlukan
- Fungsi ginjal: kreatinin dan protein urine dipantau untuk mendeteksi penolakan sejak dini.
- Infeksi: obat imunosupresan membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi.
- Penolakan (rejeksi): bila fungsi ginjal turun, biopsi ginjal transplantasi mungkin diperlukan.
- Kesehatan jantung, gula darah, dan tekanan darah, karena obat transplantasi dapat memengaruhinya.
Pasien yang menjalani transplantasi di tempat lain dapat berkonsultasi dengan Dr. Kao untuk pemantauan lanjutan. Bawalah ringkasan operasi, daftar obat, dan hasil kadar obat terakhir. Penjelasan umum tentang transplantasi juga tersedia di NIDDK tentang transplantasi ginjal (bahasa Inggris).
Penyakit glomerulus
Glomerulonefritis dan sindrom nefrotik
Setiap ginjal memiliki sekitar satu juta glomerulus, yaitu saringan kecil yang menyaring darah. Glomerulonefritis adalah peradangan pada glomerulus. Penyebabnya beragam, misalnya nefropati IgA, lupus, atau infeksi tertentu.
Sementara itu, sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala akibat glomerulus membocorkan banyak protein. Tandanya meliputi bengkak di kaki dan wajah, urine berbusa, albumin darah rendah, dan kolesterol tinggi.
Peran biopsi dan pengobatan
Kedua kondisi ini sering membutuhkan biopsi ginjal untuk menentukan jenisnya. Kemudian, pengobatan disesuaikan dengan hasil biopsi. Pilihannya antara lain obat penurun protein urine, diuretik untuk bengkak, kortikosteroid, atau obat imunosupresan lain. Selama pengobatan, Dr. Kao memantau efek samping dan respons ginjal secara berkala. Bila tidak terkendali, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis. Informasi tambahan: NIDDK tentang penyakit glomerulus.
Hidup dengan ginjal baru
Kontrol rutin bagi pasien dari Indonesia
Pada bulan-bulan pertama setelah operasi, kontrol biasanya sangat sering. Kemudian, jaraknya makin panjang bila fungsi ginjal stabil. Namun, pemantauan tetap diperlukan seumur hidup ginjal transplantasi.
Bagi pasien yang tinggal di Indonesia, sebagian tes darah dapat dilakukan di dekat rumah. Setelah itu, hasilnya bisa ditinjau saat konsultasi berikutnya di Penang. Meski begitu, segera hubungi dokter bila muncul tanda bahaya berikut:
- demam, batuk, atau tanda infeksi lain;
- urine berkurang atau bengkak bertambah;
- nyeri di area ginjal transplantasi;
- tekanan darah naik tiba-tiba;
- muntah atau diare sehingga obat imunosupresan tidak terserap.
Selain itu, jaga pola hidup sehat. Misalnya, berhenti merokok, jaga berat badan, lindungi kulit dari sinar matahari, dan lengkapi vaksinasi yang dianjurkan dokter.
Tanya jawab
Pertanyaan seputar transplantasi ginjal
Jawaban singkat tentang peran nefrolog, obat setelah transplantasi, dan penyakit glomerulus.
Apakah operasi transplantasi ginjal dilakukan oleh Dr. Kao?
Tidak. Dr. Kao adalah nefrolog, bukan dokter bedah. Operasi transplantasi ginjal dilakukan oleh tim bedah transplantasi di pusat transplantasi. Peran Dr. Kao adalah evaluasi medis sebelum transplantasi dan perawatan medis jangka panjang sesudahnya.
Berapa lama obat imunosupresan harus diminum setelah transplantasi?
Umumnya seumur hidup ginjal transplantasi berfungsi. Obat ini mencegah sistem imun menyerang ginjal baru. Karena itu, jangan pernah menghentikan atau mengurangi dosis tanpa arahan dokter, meskipun Anda merasa sehat.
Apa itu sindrom nefrotik?
Sindrom nefrotik adalah kondisi saat ginjal membocorkan protein dalam jumlah besar ke urine. Akibatnya, kadar albumin darah turun, tubuh bengkak, dan kolesterol sering meningkat. Penyebabnya beragam, sehingga biopsi ginjal sering diperlukan untuk menentukan pengobatan.
Apakah glomerulonefritis bisa diobati?
Banyak jenis glomerulonefritis dapat dikendalikan, terutama bila diobati sejak dini. Pengobatannya tergantung jenis peradangan, misalnya obat penurun protein urine, kortikosteroid, atau obat penekan sistem imun lainnya. Namun, sebagian kasus tetap berkembang menjadi penyakit ginjal kronis, sehingga pemantauan rutin tetap penting.
Layanan lain
Layanan dokter ginjal lainnya
Rencanakan langkah terbaik untuk ginjal Anda.
Diskusikan evaluasi transplantasi, kontrol pasca-transplantasi, atau hasil biopsi Anda dengan Dr. Kao via WhatsApp.
Janji Temu via WhatsApp